Selasa, 30 Oktober 2012

PT Freeport Indonesia Mengaku Kesulitan Keuangan



JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri BUMN Dahlan Iskan tetap ngotot menagih kewajiban dividen PT Freeport Indonesia (PTFI) kepada Kementerian BUMN sebesar Rp 350 miliar. Namun, PT Freeport Indonesia menyatakan belum sanggup membayar dividen dalam waktu dekat.

"Pembayaran dividen tergantung kondisi perusahaan. Jadi belum bisa dibayarkan sekarang," ujar Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Rozik B Soetjipto di Jakarta, Selasa (9/10/2012).

Menurut Rozik, perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu saat ini mengalami kendala keuangan sehingga belum bisa membayarkan dividen pada tahun ini.

"Salah satu penyebabnya adalah turunnya produksi," ujarnya.

Biasanya, kata Rozik, produksi PT Freeport 900.000 ton per tahun, tetapi hingga saat ini belum bagus. Rozik memperkirakan produksi tahun ini hanya 80 persen dari kondisi normal.

"Memang sekarang kami mengeksplorasi yang cadangannya rendah. Permasalahannya timing sequence," ungkap Rozik.

Sebelumnya, Dahlan menyatakan tidak peduli terkait konfirmasi dari Freeport yang mengaku mengalami kesulitan keuangan untuk memenuhi kewajiban pembayaran dividen ke kas negara. Dahlan mengatakan hal tersebut telah membuat BUMN dalam posisi yang sulit.


 Analisa :

PT Freeport Indonesia merupakan sebuah perusahaan yang sangat besar dimana seharusnya deviden sudah dapat disetorkan kepada BUMN dan sudah dapat dibagikan kepada para pemegang saham, tetapi sekalipun deviden tersebut belum dapat dibagikan kepada para pemegang saham, hendaknya tindakan ini dapat dibicarakan melalui rapat umum para pemegang saham.

Salah satu hal yang dijadikan alasan belum dapatnya dibagikan deviden tersebut yaitu karena menurunnya proses produksi.
Menurunnya produksi dalam suatu perusahaan hendaknya tidak terjadi apabila suatu system didalamnya terpenuhi dan sesuai dengan aturan yang diterapkan.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar